GEGAS, SMPN 6 Gunung Talang

Aroska– SMPN 6 Gunung Talag, Kabupaten Solok, yang dengan program Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) dan Sekolah tanpa bel dan CCTV,  kembali membuat terobosan sebagai SMP Gegas (Gerakan Gemar Sedekah). Program ini sudah berjalan sekitar enam bulan, atau sejak Oktober 2017 silam.
 
“Selama enam bulan program Gegas berjalan, sudah terkumpul sedekah sekitar Rp23 juta,” ujar Kepala SMPN 6 Gunung Talang, H. Sakar Soeib, Jumat (4/5). Uang sedekah terkumpul berasal dari siswa dan guru, serta pegawai tata usaha yang memberikan sedekah setiap hari. Sekolah menyediakan kotak sedekah untuk setiap kelas serta untuk para guru dan karyawan tata usaha.
Sebagai SUBP, jelas Sakar, sekolah ini sudah mencanangkan diri sejak awal berdiri, beragam kegiatan keagamaan digelar untuk mengiringi kurikulum nasional. Para siswa selain memiliki pengetahuan umum, juga memiliki bekal pengetahuan dan keterapilan keagamaan. Mereka tidak hanya mampu memmandu kegiatan keagamaan di sekolah, ada juga yang dipercaya untuk menyelenggarakan kegiataan keagamaan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Kita selalu menurunkan  Tim Ramadhan setiap tahun,” tambah Sakar. Puluhan masjid dan musala dikunjungi Tim Ramadan ini. Mereka selain memberikan tausiah atau wirid Ramadan, juga memperkenalkan sekolah kepada masyarakat.
Terkait dengan Sekolah Tanpa Bel dan CCTV, tambah Sakar Soeib, yang juga dikenal sebagai ulama ini, ia ingin melihat karakter para siswa dan guru dalam pembelajaran. Sekalipun tidak ada bel untuk penanda masuk atau pertukaran jam, mereka bisa mendisiplinkan diri dalam belajar mengajar.
“Kita berharap semua warga sekolah berlaku jujur,” papar Sakar. Sekalipun tidak yang melihat, termasuk kepala sekolah dan  wakil misalnya, mereka harus yakin ada yang tetap mengawasi. CCTV yang Maha Melihat selalu ada. Inilah yang ditanamkan kepada siswa dan guru. Sekalipun mereka tidak diawasi pimpinan, diharapkan semua tetap belajar-mengajar dan mengerjakan tugas dengan jujur dan bertanggung jawab.
Sejak enam bulan lalu, tambah Sakar, ia juga meluncurkan program GEGAS (Gerakan Gemar Sedekah). Program ini terinspirasi dari infak atau sedekah yang sudah dilaksanakan selama ini. Kemudian juga ada kegiatan Gebu Minang yang sudah lama diluncurkan. Berangkat dari itulah, ia membuat program Gegas.
“Siswa, guru dan warga sekolah lainnya diberi kesempatan untuk bersedekah berapa saja,” tambah Sakar. Ada yang Rp500., Rp1.000., Rp2.000 atau berapapun yang mereka niatkan. Karena ini sedekah, tidak ada paksaan atau penetapan jumlah. Siswa dan warga sekolah lainnya pun memasukkan langsung ke dalam kotak yang sudah tersedia.
Kotak Gegas, tambah Sakar ada untuk semua kelas dan diberi merek. Setiap hari, pengurus kelas mengambil kotak tersebut di kantor. Mereka membawa ke kelas, guru yang mengajar jam pertama akan mengontrol pengumpulan sedekah para siswa. Kotak akan kembali berada di tempatnya menjelang pulang sekolah. Setiap hari kotak dibuka, uang sedekah terkumpul dicatat.
H. Sakar Soeib, Kepala SMPN 6 Gunung Talang

“Setiap Jumat, dana sedekah yang terkumpul diumumkan,” ujar Sakar Soeib. Kemudian dana tersebut disimpan di Bank. Semua warga sekolah bisa melihat laporan keuangan yang ada karena dicatat dan bisa dilihat setiap saat.
Enam bulan berjalan, sudah terkumpul dana sedekah sekitar Rp23 juta. Dana sedekah yang terkumpul memang tidak sama setiap kelas, ada yang Rp25.000 atau Rp30.000/kelas ada yang lebih, dan bisa saja kurang. Namun, yang menggembirakan siswa dan warga sekolah lainnya makin gemar bersedekah. Diharapkan kegemaran bersedekah ini juga mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah. Dawai News

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.