Bukit Kacang Tenggih, Destinasi Wisata yang Memukau

Dawai News, Arosua – Dalam rangka menambah destinasi Priwisata Kabupaten Solok Sebuah bukit di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, rencananya akan dijadikan tempat pariwisata paralayang.

Bukik Kacang Tenggih yang ada di Jorong Balansieh memiliki ketinggian 260 mdpl. Jika memang benar-benar dijadikan wisata paralayang, maka Bukit Kacang Tenggih benar-benar dijadikan tempat wisata baru di Kabupaten Solok.

Menurut Wali Nagari Paninjauan, Darsel Ilyas, waktu ditemui oleh Dawai News, Minggu, 5 Agustus 2018, Bukit Kacang Tenggih, sekarang ini telah dijadikan objek wisata Relegi (sejarah), pemakaiannya telah diresmikan oleh Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin,SH, beberapa waktu lalu.

Bukit yang berjarak 16 km dari pusat Kota Solok, bukit yang berada di Utara Kota Solok menawarkan pemandangan alam pegunungan yang khas. Selain itu, bukit ini juga dinilai aman dan paling cocok untuk wisata paralayang di Bumi Kabupaten Solok, jelas Wali

Wali Nagari Paninjauan menuturkan, Bukit Kacang Tenggih mempunyai nilai sejarah sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Kacang Rosam sekitar tahun 1.500 M, jika dijadikan lokasi yang tepat wanawisata paralayang. Nantinya, diharapkan bisa wisata releqi dalam mencari bibit parlayang di Kabupaten Solok.

Menurut Darsel, akses menuju Bukit Kacang Bawang dari Kota Solok yang berjarak 16 km, dengan mobil pribadi tidak sampai waktu tempuh setengah jam, kearah utara, lewat depan SMPN 1 Kota Solok, belok kanan terus ke Tembok ( depan rumah Wali Kota Solok), belok kiri, lurus, simpang Dama, terus Haripan, Belok Kanan, terus Air Batumbuk, Belo Kanan sampai lah di Bukit Kacang Tenggih, sedangkan kalau makai kendaran umum ongkos Rp 7.500 dan ojek sekitar Rp 25.000.


“Dukungan dari masyarakat dan Pemda  ke depan segera terwujud wisata baru untuk paralayang,” tuturnya

Darsel berharap masyarakat bersama pihak terkait bisa mendukung terwujudnya wisata baru ini. Dengan cara, kerja bakti atau swadaya masyarakat untuk mempermudah akses menuju wilayah take off.

Meski wisata sejarah telah dibuka juli 2018 oleh Wabub, Darsel mengaku masih ada beberapa kendala yang harus diperbaiki mulai dari akses jalan naik menuju tempat take off dan tempat landing perlu pembenahan.

“SDM juga untuk masyarakat supaya tahu bagaimana mengelola tempat wisata,” imbuhnya.

Darsel menambahkan rencananya tempat wisata ini dibuka untuk umum. “Kalau harga kami juga masih belum bisa menentukan,” pungkasnya. Dawai

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.