Solok Setelah Menjadi Kotamadya, Makna Kota Solok Sebagai Kota Beras Serambi Madinah

D.Dt.Mjj.Alam

Oleh : Daswippetra, Dt.Mjj. Alam. Anggota DPRD Kota Solok.

Untuk kelancaran jalannya pemerintahan Kotamadya Solok, oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu, Prof. Harun Zain, diangkatlah beberapa pembantu Kepala Daerah Tk.II Kotamadya Solok :

                Sekretaris Daerah                            : Drs. Saidani

                Staf Ahli Bidang Administrasi       : Nasri Nazar

                Staf Ahli Bidang Pemerintahan   : Drs. Alimin Sinapa

                Staf Ahli Bdang Ekonomi               : Syafri Syafei

Mulai 21 Desember 1970 secara resmi Kantor Balaikota Solok telah dibuka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan dalam rangka penyempurnaan aparat dan fasilitas bagi kelancaran pemerintahan, dilanjutkan melalui Keputusan KDH Tk. II Kotamadya Solok Nomor: 21/Desth/Wako/71 Tanggal 10 Maret 1971, dibentuklah 13 resort administratif :

1.      Resort Tanah Garam2.      Resort VI Suku3.      Resort Sinapa Piliang4.      Resort IX Korong5.      Resort Kampai Tabu Karambia (KTK)6.      Resort Aro IV Korong7.      Resort Simpang Rumbio1.      Resort Koto Panjang2.      Resort Pasar Pandan Air Mati3.      Resort Laing4.      Resort Tanjung Paku5.      Resort Nan Balimo6.      Resort Kampung Jawa

Yang dilanjutkan dengan pengangkatan 13 Kepala Resort melalui Keputusan KDH Tk. II Kotamadya Solok Nomor: 26/Desth/Wako/71 Tanggal 2 April 1971 dan penetapan Rukun Tetangga (RT) untuk masing-masing Resort melalui Keputusan KDH Tk. II Kotamadya Solok Nomor UP/059/Wako/1971 Tanggal 1 November 1971 serta pengangkatan Sekretaris Resort melalui Keputusan KDH Tk. II Kotamadya Solok Nomor 04/Pemda/SLK/72 Tanggal 10 Maret 1972, yang kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 1980 seluruh Resort berubah status menjadi Kelurahan, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1982, dibentuklah dua kecamatan, yaitu :

  1. Kecamatan Lubuk Sikarah yang terdiri dari 7 Kelurahan (Tanah Garam, VI Suku, Sinapa Piliang,IX Korong, Kampai Tabu Karambia (KTK),Aro IV Korong, Simpang Rumbio).
  2. Kecamatan Tanjung Harapan yang terdiri dari 6 Kelurahan (Koto Panjang, Pasar Pandan Air Mati,Laing,Tanjung Paku, Nan Balimo, Kampung Jawa).

Diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang disempurnakan dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, maka penggunaan istilah “Kotamadya” dirubah dengan istilah “Kota” sehingga secara resmi kemudian sebutan “Kotamadya Solok” diganti menjadi “Kota Solok”. Bersambung ********************* .

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.