Debat Panas Pilpres Nanti Malam

Dawai News, Jakarta – Kampanye pimilihan peresiden (Pilpres) 2019 yang sudah berlangsung empat bulan terakhir dan akan memasuki tahapan baru. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan akan menggelar debat pilpres.

KPU akan menggelar debat pilres hingga lima kali sebelum masa pencoblosan dilakukan 17 April mendatang. Debat pertama akan pada Kamis 17 Januari 2019. Berikutnya, 17 Februari 2019, 17 Maret 2019, dan 30 Maret 2019. KPU belum memutuskan tanggal untuk debat pilpres terakhir atau yang kelima. Debat Capres dan Cawapres Kamis malam, 17 Januari 2019, dipastikan akan menyita perhatian ratusan juta pasang mata penduduk negeri.

Debat yang akan mempertemukan dua pasang calon Jokowi-Maruf Amin versus Prabowo-Sandiaga Uno yang mengangkat tema Hukum, Korupsi, HAM, dan Terorisme. Tema yang diangkat merupakan tema krusial yang dihadapi bangsa Indonesia. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi ‘Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya’, belum terimplementasi dengan baik.

Law enforment (penegakan hukum) belum ditegakkan sebagaimana mestinya. Makanya harapan kita ke depan, siapapun presiden terpilih, law enforcement harus benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu. Termasuk hal-hal yang berhubungan dengan korupsi, terorisme, hukum dan HAM.

Stabilitas nasional jangan hanya dilihat dari kebutuhan sandang, pangan dan papan terpenuhi. Tetapi termasuk keamanan dan pertahanan. Negara kuat harus betul-betul di-bakup TNI/Polri. Penguatan alutsista ke depan untuk negara harus diciptakan oleh siapapun dari dua kandidat yang akan terpilih nanti.

Kasus korupsi masih marak walaupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memberi peran peran besar terhadap pengungkapan kasus-kasus. Terorisme juga menjadi ancaman nyata bangsa Indonesia baik dari dalam maupun dari luar. Kapan pun dan di mana pun kata Adri bisa terjadi. Penguatan-penguatan TNI/Polri melalui operasi intelejen kembali harus diperkuat.

Masalah keamanan di perbatasan RI dengan negara tetangga harus menjadi suatu hal yang diangkat dalam debat. Daerah perbatasan merupakan daerah rawan masuknya terorisme, penyelundupan narkoba, termasuk ancaman kedaulatan NKRI.

“Contohnya dalam konteks lokal, bisa di Kalimantan Utara. Selama ini kan masuknya narkoba, penyelundupan, masuknya terorisme, termasuk ancaman kedaulatan itu tidak bisa ditinggalkan dari masalah di perbatasan”..

Materi yang diangkat dalam debat harus menjadi fokus implementasi oleh siapapun dari dua kandidat yang terpilih Pilpres 2019 ini.”Sekarang rakyat Indonesia cerdas. Mereka tahu dua kandidat ini, rakyat sekarang tahu siapa yang harus mereka pilih, walaupun berbeda visi misi, tetap mereka akan memilih. Mengenai politik identitas,  itupun akan berlaku,”. Dawai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.