Prabowo Diserang Jokowi

Dawai News, Jakarta –  Prabowo Subianto, capres no urut 2, membawa sebuah buku berjudul Why Nation Fail karya dari Daron Acemoglu dan James A Robinson. Prabowo mengatakan buku itu memang sedang dia baca dan membantu dalam Debat Kedua Capres Pilpres 2019.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan buku ini menarik karena membahas tentang gagalnya sebuah negara. Belajar dari buku ini, Prabowo mengaku Indonesia harus lebih waspada.

“Ini sedang saya pelajari terus. Ini menarik sekali. Jadi rupanya negara-negara gagal itu karena lembaga-lembaganya itu rusak, korupsinya terlalu banyak. Kita harus waspada. Bukan saya pesimis loh. Gak pesimis. Tapi ini waspada,” ucap Prabowo di Hotel Sultan, Minggu, 17 Februari 2019.

Direktur Debat dan Materi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said menyampaikan buku tersebut sangatlah populer. Menurut dia buku tersebut memang sangat berguna.

“Intinya adalah salah urus negara,” ucap Sudirman lagi.

Ketakutan Prabowo, dikatakan Sudirman, membangun narasi pesimistis memang wajar. Beberapa kali pihak tim sukses Jokowi-Ma’ruf memang menuding Prabowo selalu menakut-nakuti.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai, Prabowo Subianto memang sengaja mengeluarkan ucapan-ucapan yang tidak substansial dan cenderung menakut-nakuti karena mengikuti tren yang sedang terjadi seperti di Amerika dan Brasil.

Ace menjelaskan, Prabowo menerapkan prinsip neurosains di mana keriuhan yang bisa menjadi perhatian publik.

Dengan begitu, masyarakat menjadi tercengang dan ancaman memang lebih diingat dan berkesan di masyarakat.

“Narasi-narasi negatif itu dimunculkan sebagai bagian dari kesadaran agar orang ingat terus dengan Pak Prabowo,” kata Ace
Menurut teori neurosains, orang akan lebih ingat apabila ditakut-takuti daripada diberikan harapan.

Jalannya Debat.

Prabowo Subianto mendapat serangan dari capres nomor urut 01 Joko Widodo. Salah satunya adalah soal lahan tambang yang dikuasai oleh Prabowo.

Prabowo mengaku tidak bermasalah mengenai serangan tersebut. Justru dia menuding media senang jika ada saling serang atau sindiran semacam itu dalam debat.


“Gapapa biasa itu, kalau nggak ada serang-menyerang nggak lucu, kalian nggak suka kan,” kata Prabowo di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) yang disambut tawa wartawan.

Menurut Prabowo, debat yang baik justru memang seharusnya membicarakan masalah yang serius. Prabowo mengklaim bahwa Debat Pilpres Kedua berlangsung cukup baik.

Prabowo juga beberapa kali memuji Jokowi. Dia mengatakan hal yang baik tentu harus dipuji meskipun itu dari rivalnya.

“Kalau yang benar dan baik harus kita akui dong. Ya. Jadi kalau kita berbeda bagi saya itu bukan berarti jadi musuh. Anda kan tahu hubungan pribadi saya dengan Pak Jokowi baik,” ucapnya lagi.

Namun, dia masih percaya diri akan menang dalam pilpres 2019 setelah diterpa serangan dari Jokowi.

Sedangkan cawapres Jokowi, Ma’ruf Amin memandang Jokowi unggul dalam debat kali ini. Dia mengaku tak heran dengan penampilan debat kali ini.

Ma’ruf juga merasa pujian Prabowo kepada Jokowi sangatlah wajar. Meski penampilan Prabowo baik, Ma’ruf meyakini Jokowi lebih baik lagi.

“Dia [Jokowi] tampil prima jadi dia harusnya mendapat pengakuan,” tegas Ma’ruf.. Dawai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.