Dt. Rj. Batipuah, Ziarah Kubur di Nagari Gauang Memiliki Makna Silaturahmi

Dawai News, Arosuka – Hari Raya 6 (enam) yang ditunggu-tunggu warga masyarakat Nagari Gauang Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumbar, selalu diawali dengan acara ziarah kubur ke setiap Pandan Pakuburan ( Pemakaman) yang ada Nagari Gauang, ternyata memiliki makna silaturahmi yang luar biasa.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris KAN Gauang, D.Dt. Rajo Batipuah, saat ziarah kubur, Pemakaman Jirek Jauah, Jorong Bansa, Nagari Gauang, Selasa, 11 Juni 2019, 7 Syawal 1440 H.

Dt. Rajo batipuah menjelaskan, bahwa dalam kegiatan ziarah kubur seluruh warga yang laki-laki tua, muda serta anak-anak terlihat dengan semangat untuk melaksanakan ziara ke setiap Pemakaman  untuk melakukan doa bersama agar arwah baik itu keluarga yang maupun masyarakat yang telah dipanggil oleh Allah SWT diberikan pengampunan atas dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta diberikan tempat yang layak disisiNya.

Selain itu juga agenda ini dimanfaatkan masyarakat untuk saling bersilahturahmi dan bersalaman, sebab Hari Raya 6 (enam) ini bukan saja dirasakan oleh masyarakat tempatan, namun juga masyarakat yang ada di perantauan, ujarnya.

“Ini bukan saja dirasakan oleh masyarakat tempatan, namun juga masyarakat yang ada di perantauan, khususnya yang berada di luar negeri untuk bersama ke kampung halamannya dan melaksanakan ziarah bersama sekaligus bersilahturahmi,” tutur Dt.Rajo Batipuah.

Sekretaris menambahkan,Inilah bentuk kesadaran kita dalam berbagi dan bersilahturahmi bersama masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad memang pernah melarang ziarah kubur, akan tetapi hal tersebut dilarang beliau karena apabila dalam pelaksanaan ziarah tersebut tidak sesuai dengan syariat Islam seperti duduk diatas makam, jalan diatas makam serta bercanda gurau di lokasi pemakaman.

Namun jika ziarah yang dilakukan sesuai dengan syariat, maka Rosulullah menganjurkannya, sebab menjenguk kuburan serta dengan memanjatkan do’a kepada almarhum sanak saudara maupun seluruh kaum muslim sudah menjadi kewajiban dan hal ini yang sangat diharapkan, tukuknya.

Dt. Rajo Batipueh menambahkan, ziarah kubur di lakukan tiap tahun dimulai pada hari ke 2 Syawal selama 6 hari. dawai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.