Kriteria Penerima dan Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi Menurut Permendiknas Nomor 33 tahun 2018

KRITERIA PENERIMA DAN MEKANISME PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI

  1. Tujuan

Penyaluran Tunjangan Profesi bertujuan untuk:

  1. memberi  penghargaan    kepada    Guru    PNSD    sebagai    tenaga profesional dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab;
  2. mengangkat martabat Guru PNSD, meningkatkan kompetensi Guru PNSD, memajukan profesi Guru PNSD, meningkatkan mutu pembelajaran, dan   meningkatkan   pelayanan   pendidikan   yang bermutu; dan
  3. membiayai  pelaksanaan    kegiatan    pengembangan    keprofesian berkelanjutan yang mendukung pelaksanaan tugas sebagai Guru PNSD profesional.
  1. Kriteria Penerima Tunjangan Profesi

Kriteria Guru PNSD penerima Tunjangan Profesi sebagai berikut:

  1. 1. berstatus  sebagai  Guru  PNSD  yang  diangkat  oleh  Pemerintah Daerah dan mengajar pada sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah yang tercatat pada Dapodik;

jdih.kemdikbud.go.id

  1. 2. aktif mengajar sebagai guru mata pelajaran/Guru kelas atau aktif membimbing sebagai guru bimbingan konseling/guru teknologi informasi  dan  komunikasi,  pada  satuan  pendidikan  yang  sesuai dengan peruntukan Sertifikat Pendidik yang dimiliki;
  2. 3. memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik;
  1. 4. memiliki  Nomor  Registrasi  Guru  (NRG)  yang  diterbitkan  oleh

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

  1. 5. memenuhi beban  kerja  Guru  PNSD  sesuai  dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. 6. memiliki nilai hasil penilaian kinerja paling rendah dengan sebutan

“Baik”;

  1. 7. mengajar di  kelas  sesuai  rasio  Guru  dan  siswa  sesuai  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. 8. tidak beralih status dari Guru, Guru yang diberi tugas sebagai kepala satuan pendidikan, Guru yang mendapat tugas tambahan atau Guru yang diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan; dan
  3. 9. tidak terikat  sebagai  tenaga  tetap  pada  instansi  selain  satuan pendidikan bagi Guru PNSD atau dinas pendidikan bagi pengawas

Ketentuan pada angka 1 sampai dengan angka 9 berlaku juga bagi:

  1. 1. guru  yang   mengikuti    program    Pengembangan    Keprofesian Berkelanjutan   (PKB)   dengan   pola   Pendidikan   dan   Pelatihan (Diklat) paling banyak 100 (seratus) jam (14 hari kalender) dalam bulan yang sama, dan mendapat izin/persetujuan dari dinas pendidikan setempat;
  2. 2. Guru berstatus  CPNSD,  maka  tunjangan  profesinya  dibayarkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari gaji pokoknya;
  3. 3. Guru PNSD dalam golongan ruang II;
  1. 4. PNSD dalam  golongan  ruang  II,  III,  atau  IV  yang  diberi  tugas mengajar pada satuan pendidikan, maka tunjangan profesinya akan dibayarkan setelah ada perubahan menjadi jabatan fungsional guru berdasarkan Surat Keputusan dari Badan Kepegawaian Negara; dan
  2. 5. Guru PNSD yang berdasarkan kepentingan nasional dan merupakan Guru Garis Depan (GGD), dapat serta merta menerima Tunjangan Profesi selama 2 (dua) tahun sejak yang bersangkutan  bertugas di lokasi penempatan  pada bulan tahun berkenaan,  dan/atau sesuai

dengan ketersediaan  Anggaran Pendapatan  Belanja Negara (APBN). Selanjutnya, GGD tersebut tetap menerima Tunjangan Profesi pada tahun ketiga dan seterusnya apabila yang bersangkutan memenuhi kriteria penerima Tunjangan Profesi.

  1. C. Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi
  1. 1. Sumber Data

Data yang digunakan sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan Penerima  Tunjangan  Profesi (SKTP) adalah Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kekinian.

  1. 2. Sebelum Penerbitan SKTP
  1. a. Operator sekolah menginput dan/atau memperbarui data Guru PNSD dengan benar melalui aplikasi Dapodik, terutama data sekolah   induk,   beban   kerja,   golongan/masa   kerja,   NUPTK, tanggal lahir, dan status kepegawaian (PNS/bukan PNS).
  2. b. Guru PNSD wajib memastikan bahwa data yang akan dikirimkan ke dapodik  telah  diinput  dan/atau  diperbaiki  oleh  operator sekolah dengan benar.
  3. c. Data Guru PNSD yang diinput dan/atau diperbaiki oleh operator sekolah sepenuhnya   menjadi   tanggungjawab   masing-masing Guru PNSD.
  4. d. Guru PNSD dan dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya dapat mengakses data Guru PNSD secara daring (online)  pada info  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan  (info  GTK)  yang  dapat diakses melalui website dan aplikasi smartphone.
  5. e. Apabila data yang ditampilkan pada info GTK masih terdapat kesalahan, maka   Guru   PNSD   dapat   memperbaiki   melalui Dapodik sebelum SKTP Guru PNSD yang bersangkutan terbit.
  6. f. Guru PNSD  wajib  memberikan  bukti  cetak/print  out  info  GTK yang  sudah  tertulis  “status  validitas  data  tunjangan  profesi VALID” pada bagian atas laman info GTK dan telah ditandatanganinya kepada dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya. Guru PNSD memastikan nominal gaji pokok terakhir dengan benar.
  1. g. Informasi pada info GTK telah dinyatakan kebenarannya dalam Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) yang telah disetujui oleh kepala sekolah pada saat sinkronisasi Dapodik.
  2. h. Guru PNSD dan operator sekolah melakukan proses penginputan dan/atau perbaikan data dengan ketentuan sebagai berikut:

1)  mulai   dari   bulan   Januari   sampai   dengan   akhir   bulan Februari  tahun  berkenaan  untuk  pembayaran   tunjangan profesi semester I tahun berkenaan; dan

2)  mulai  dari bulan  Juli sampai  dengan  akhir  bulan  Agustus tahun   berkenaan   untuk   pembayaran   tunjangan   profesi semester II tahun berkenaan.

  1. i. Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya  mengusulkan data Guru  PNSD yang berhak  mendapatkan  tunjangan  profesi melalui      Sistem   Informasi   Manajemen   Tunjangan   (SIM-Tun) apabila:

1)  info GTK Guru PNSD bersangkutan telah valid sebagaimana dimaksud pada huruf f. Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya   memastikan   nominal  gaji  pokok  terakhir Guru PNSD yang bersangkutan sudah benar.

2) Guru PNSD bersangkutan hadir dan telah melaksanakan tugasnya di sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. j. Dinas pendidikan  sesuai  dengan  kewenangannya   melakukan verifikasi  dan validasi  data pada akhir  bulan Maret dan akhir bulan September pada semester tahun berkenaan sebelum SKTP terbit.

Dengan demikian tidak ada lagi pemberkasan yang dilakukan oleh dinas  pendidikan  selain  yang  diatur  dalam  Peraturan  Menteri  ini terkait dengan penyaluran Tunjangan Profesi Guru PNSD.

  1. 3. Penerbitan dan Penyampaian SKTP
  1. a. Kementerian melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen   GTK)   menerbitkan   SKTP   berdasarkan usulan dari dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya setelah dilakukannya proses verifikasi dan validasi sebagaimana dimaksud pada angka 2.
  1. b. SKTP diterbitkan  sebanyak  2  (dua)  tahap  dalam  satu  tahun dengan ketentuan sebagai be

1)  SKTP Tahap 1 (satu) terbit dimulai pada bulan Maret pada tahun  berkenaan,   berlaku  untuk  pembayaran   tunjangan profesi semester I pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni (6 bulan) tahun berkenaan; dan

2) Sedangkan SKTP tahap 2 (dua) terbit dimulai pada bulan September  pada  tahun  berkenaan,  berlaku  untuk pembayaran  tunjangan  profesi  semester  II pada  bulan  Juli sampai dengan bulan Desember (6 bulan) tahun berkenaan.

  1. c. SKTP yang  diterbitkan  oleh  Kementerian  dapat  diunduh  oleh dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya melalui aplikasi SIM-Tun.
  1. 4. Aplikasi Kehadiran Guru dan Tenaga Kependidikan (Hadir GTK)
  1. a. Aplikasi Hadir GTK merupakan aplikasi yang dirancang  untuk mempercepat proses pembayaran Tunjangan Prof
  2. b. Pencatatan  kehadiran   Guru  PNSD  dilakukan   secara  daring (online)  melalui  aplikasi  Hadir GTK yang terdapat  pada laman http://hgtk.kemdikbud.go.id.
  3. c. Tata cara penggunaan aplikasi Hadir GTK diatur dalam pedoman penggunaan aplikasi Hadir GTK yang dapat diunduh di laman http://hgtk.kemdikbud.go.id.
  4. d. Aplikasi Hadir GTK efektif berlaku pada tahun ajaran 2018-2019. e. Dinas    pendidikan    sesuai    dengan    kewenangannya    dapat mengunduh  hasil  rekapitulasi  kehadiran  GTK melalui  aplikasi

Hadir GTK.

Bagi satuan pendidikan  yang berada di daerah khusus yang sulit untuk mendapatkan jaringan internet tidak diwajibkan untuk menggunakan Aplikasi Hadir GTK ini.

  1. 5. Cuti Guru PNSD

Guru  PNSD  yang  sedang  cuti  sesuai  dengan  ketentuan  dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil berhak untuk mendapatkan Tunjangan Profesi dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. a. Cuti Tahunan

PNS yang menduduki jabatan guru PNSD yang mendapat liburan menurut  peraturan  perundang-undangan,   disamakan  dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan.  Hal ini berarti mengambil liburan bagi Guru PNSD sama dengan mengambil cuti tahunan bagi Guru PNSD.

  1. b. Cuti Haji

Guru PNSD yang melaksanakan ibadah haji, berhak untuk mendapatkan cuti haji apabila yang bersangkutan melaksanakan ibadah haji untuk pertama kalinya dengan melampirkan jadwal keberangkatan/kelompok  terbang (kloter) yang dikeluarkan oleh instansi  yang  bertanggung  jawab  dalam  penyelenggaraan  haji. Guru PNSD yang bersangkutan  harus mengajukan  permintaan secara tertulis dan mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang memberikan cuti.

  1. c. Cuti sakit

Guru PNSD yang sakit 1 (satu) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari dalam 1 (satu) bulan berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan bahwa PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan   secara   tertulis   dan   mendapat   persetujuan   dari pejabat yang berwenang memberikan  cuti dengan melampirkan surat keterangan dari dokter pemerintah.

  1. d. Cuti Ibadah Keagamaan

Guru  PNSD  dapat  melaksanakan  ibadah  keagamaan  seperti umrah pada saat liburan akademik, namun apabila tidak memungkinkan melaksanakan ibadah umrah pada saat liburan akademik, maka Guru PNSD dapat mengajukan cuti ibadah keagamaan paling banyak 14 (empat belas) hari dalam 1 (satu) tahun dengan ketentuan  bahwa Guru PNS yang bersangkutan harus  mengajukan  permintaan  secara  tertulis  kepada  pejabat yang berwenang memberikan cuti.  Pejabat yang berwenang wajib memperhatikan  keberlangsungan  proses  kegiatan  belajar mengajar dalam memberikan cuti ibadah keagamaan.

  1. e. Cuti Melahirkan

1)  Guru  PNSD  dapat  mengajukan  permintaan  secara  tertulis dan mendapat persetujuan cuti melahirkan anak pertama sampai  dengan  kelahiran  anak  ketiga  pada  saat  menjadi PNSD, dari pejabat yang berwenang memberikan cuti.

2)  Lamanya cuti melahirkan sebagaimana dimaksud pada angka

1) adalah 3 (tiga) bulan. f.   Cuti Alasan Penting

Guru  PNSD  dapat  menggunakan  cuti  alasan  penting  sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun

2017  tentang  Tata  Cara  Pemberian  Cuti  Pegawai  Negeri  Sipil paling lama 1 (satu) bulan dengan ketentuan bahwa Guru PNSD yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis dan mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang memberikan cuti.

  1. 6. Kekurangan bayar akibat Kenaikan Gaji Berkala dan/atau Kenaikan

Pangkat/Golongan

  1. a. Apabila terdapat kenaikan gaji berkala dan/atau  kenaikan pangkat/golongan setelah terbitnya SKTP pada semester I, maka dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya tetap membayarkan   tunjangan   profesi   sesuai   SKTP   dan   selisih kenaikan            gaji   pokok   akibat   adanya   kenaikan   gaji   berkala dan/atau  kenaikan  pangkat/golongan   akan  diakomodir  pada SKTP semester II pada tahun berkenaan.
  2. b. Apabila terjadi kekurangan bayar akibat kenaikan gaji berkala dan/atau kenaikan pangkat/golongan   setelah  terbitnya  SKTP pada semester II tahun berkenaan,  maka   SKTP Kurang Bayar akan diterbitkan pada periode semester I tahun berikutnya.
  3. c. SKTP Kurang Bayar sebagaimana dimaksud pada huruf b dapat dibayarkan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1) memiliki  SKTP  reguler  semester  II pada  tahun  sebelumnya;

dan

2) memiliki  SKTP  Kurang  Bayar  pada  tahun  berkenaan  yang diterbitkan oleh Ditjen GTK untuk membayar kekurangan tunjangan   profesi   pada  angka  1)  yang  didasarkan   pada laporan     kurang   bayar   pada   aplikasi   Sistem   Informasi Manajemen Pembayaran Tunjangan (SIM-Bar) yang menunjukkan kesesuaian penggunaan uang.

  1. 7. Pembayaran Tunjangan Profesi Lebih Bayar
  1. a. Apabila Guru PNSD menerima kelebihan pembayaran tunjangan profesi pada   semester   I   tahun   berkenaan,   maka   nominal tunjangan profesi yang diterima oleh Guru PNSD yang bersangkutan dapat disesuaikan pada semester II dalam tahun berkenaa
  2. b. Apabila Guru PNSD menerima kelebihan pembayaran tunjangan profesi pada  semester  II tahun  berkenaan,  maka  Guru  PNSD yang bersangkutan  harus mengembalikan  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  1. 8. Mutasi Guru
  1. a. Apabila terjadi perubahan tempat tugas atau status kepegawaian Guru PNSD antarsatuan pendidikan dan/atau antarjenis pendidikan ke lingkungan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/ kota yang berbeda, Guru PNSD yang bersangkutan melaporkan kepada  pengelola  tunjangan  profesi  dinas  pendidikan  asal dan wajib  memperbaiki  Dapodik  di tempat  tugas  yang baru.  Dinas Pendidikan  asal  menyesuaikan  perubahan  data  pada  aplikasi SIM-Tun sesuai dengan wilayah tugas yang bar Ditjen GTK menerbitkan SKTP sesuai dengan tempat tugasnya yang baru.
  2. b. Apabila terjadi perubahan tempat tugas setelah terbitnya SKTP, maka Guru PNSD wajib menyerahkan hasil cetak (print out) info GTK yang telah diubah satminkal terbarunya kepada dinas pendidikan terdahulu agar pembayaran  tunjangan  profesi tetap dibayarkan oleh dinas pendidikan ditempat SKTP diterbitkan.
  1. c. Apabila terjadi mutasi Guru PNSD dari satuan pendidikan di lingkungan kementerian lain  ke  satuan  pendidikan  di  bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka operator sekolah menginput data Guru PNSD yang bersangkutan ke dalam aplikasi Dapodik dan operator dinas pendidikan  menambahkan data kelulusan sertifikasi Guru PNSD tersebut ke dalam aplikasi SIM-Tun.  Ditjen GTK menerbitkan  SKTP sesuai dengan tempat tugasnya yang bar
  1. 9. Pembayaran Tunjangan Profesi
  1. a. Pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota  sesuai  dengan kewenangannya membayar Tunjangan Profesi Guru PNSD.
  2. b. Setelah terbit SKTP, Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota wajib membayarkan  setiap  triwulan  Tunjangan  Profesi,  paling lama  7 (tujuh)  hari  kerja  setelah  diterimanya  dana  Tunjangan Profesi   di      rekening      kas      umum      daerah      (RKUD) provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. c. Daftar usulan  penerima  Tunjangan  Profesi  yang  merupakan lampiran Surat Perintah Membayar (SPM) dibuat dengan menggunakan data dari SIM-Bar yang disediakan oleh Direktorat Jenderal GT
  1. 10. Penghentian Pembayaran Tunjangan Profesi

Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya melalui dinas pendidikan  sesuai  dengan  kewenangannya  menghentikan pembayaran  Tunjangan  Profesi  kepada  Guru  PNSD  yang  sudah terbit SKTPnya apabila Guru PNSD penerima Tunjangan Profesi:

  1. a. meninggal dunia, maka penghentian pembayarannya  dilakukan pada bulan berikutnya;
  2. b. mencapai  batas      usia      pensiun,      maka      penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berikutnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

1) bagi  Guru  PNSD  yang  memiliki  jabatan  fungsional  guru, maka batas usia pensiunnya adalah 60 tahun;

2) batas usia pensiun bagi Guru PNSD yang memiliki jabatan fungsional pengawas sekolah, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

  1. c. mengundurkan diri atas permintaan sendiri, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan;
  2. d. dinyatakan  bersalah   oleh   pengadilan   dan   telah   memiliki kekuatan hukum tetap, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan;
  3. e. mendapat tugas belajar, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan;
  4. f. tidak melaksanakan tugas/meninggalkan tugas mengajar tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan  paling banyak 3 (tiga) hari  berturut-turut  atau  kumulatif  5  (lima)  hari  dalam  satu bulan, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan; dan/atau
  5. g. tidak bertugas lagi sebagai Guru yang diberi tugas sebagai kepala satuan pendidikan, Guru yang mendapat tugas tambahan atau Guru yang diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan.

Kepala sekolah wajib melaporkan kepada dinas pendidikan sesuai dengan  kewenangannya,  apabila  terjadi  hal-hal  sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf g sebelum jatuh tempo pembayaran tunjangan profesi.11.  Pemantauan Penyaluran Pembayaran Tunjangan Profesi Guru PNSD Penyaluran Tunjangan Profesi dapat dipantau oleh para pemangku kepentingan pendidikan melalui aplikasi SIM-Bar yang dapat diakses melalui laman (website) dan aplikasi telepon cerdas (smartphone).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.