KUR Untuk Petani

Disusun Oleh: Dawai

Program Kementrian Pertanian yang bekerjasama dengan perbankan BUMN yaitu PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) memberikan sarana permodalan kepada para petani dalam bentuk KUR Tani sebagai wujud kontribusi perseroan dalam mensejahterakan petani. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani sehingga petani menjadi sejahtera.

BNI Kredit Usaha Rakyat (BNI KUR) adalah fasilitas kredit dari Bank Negara Indonesia untuk digunakan sebagai tambahan modal usaha produktif dalam bentuk Kredit Modal Kerja, nasabah juga dapat menggunakan fasilitas kredit ini sebagai Kredit Investasi.

Program Kur di Kecamatan Prajuritkulon diawali pada bulan April 2018 dengan jumlah petani sebanyak 8 kelompok tani, yang anggotanya sudah dipilih oleh penanggungjawab masing-masing kelompok dan total nominal pengajuan sebesar Rp. 10.000.000,- per Hektar dengan maksimal pinjaman 2 hektar per orang. Pinjaman modal usaha tani tersebut diperuntukan  untuk komoditas  padi sawah Adapun persyaratan dalam pengajuan KUR tani diantaranya:

  1. Mengisi Aplikasi Permohonan
  2. e KTP
  3. KK
  4. Kartu Tani
  5. Pas Foto
  6. RDKK

Lama peminjaman modal usaha tani (KUR Tani) 5 bulan yaitu satu musim tanam, dengan harapan setelah petani memanen, petani diharapkan dapat mengembalikan pinjaman modal usaha tani yang diajukan. Maksimal pinjaman modal usaha tani untuk padi sebesar Rp. 20.000.000,- dengan luasan masing masing maximal 2 ha dengan jas 7% (setelah disubsidi pemerintah sebesar 7%) dan apabila digunakan 5 bulan jasa dari 7% tersebut hanya 0,03% per 5 bulan hal ini sangatlah membantu petani tidak terlalu membebani petani. Petani khususnya di Kecamatan Prajuritkulon mengapresiasi yang sebesar-besarnya dengan adanya program KUR Tani ini , petani tidak kebingungan dalam mencarai akses permodalan apabila menghadapi musim tanam, apabila KUR Tani ini terus berjalan diharapkan peran tengkulak berangsur berkurang yang dinilai merugikan petani.

Peran penting pemerintah dan para penyuluh pertanian di Kecamatan Prajuritkulon dalam mensukseskan program KUR tani  turut andil membantu program tersebut demi tercapainya tujuan pertanian yang mandiri dan swasembada serta hingga kehidupan petani menjadi lebih makmur sejahtera.

Adapun kendala dalam program tersebut yakni pada awalnya petani yang belum memiliki kartu tani tidak dapat mengajukan pinjaman modal usaha tani sehingga menjadi kendala yang perlu dipertimbangkan untuk mencari solusi bagaimana petani yang belum memiliki kartu tani bisa mendapatkan fasilitas pinjaman KUR Tani seperti para petani yang sudah menerima Kartu Tani. Kendala berikutnya apabila petani sudah memiliki akses pinjaman di Bank lain tidak bisa melakukan pinjaman meluli KUR Tani, padahal petani benar-benar membutuhkan dana dari KUR Tani.

Dengan melihat kondisi di lapangan bahwa petani sangat membutuhkan permodalan dari KUR TANI, maka bagi petani yang belum memiliki kartu tani dan yang sudah mengakses pinjaman modal di Bank lain sangat membutuhkan modal  terlepas dari jeratan tengkulak, hal ini tentu menjadi sorotan bagi kita sebagai pendamping petani untuk bisa membantu semaksimal mungkin dan berharap pihak pemerntah beserta pihak BNI dapat menemukan solusi terbaik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.