Belgia Lockdown, Corona Meraja Lela

Foto: Benoit Doppagne/Pool via Reuters

Dawai News, Jakarta – Belgia bergabung dengan beberapa negara tetangganya di Eropa untuk menerapkan penguncian (lockdown) demi menekan penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

Seperti diberitakan oleh CNBC Indonesia, Lockdown tersebut mulai berlaku per Rabu, 18 Maret 2020 hingga 5 April 2020.

Selama masa karantina besar-besaran itu, para warga hanya akan diizinkan keluar rumah untuk pergi ke supermarket, apotek dan bank atau untuk kasus-kasus darurat, kata Perdana Menteri Sophie Wilmes pada konferensi pers beberapa waktu lalu.

“Situasi telah berevolusi dan memaksa kami untuk mengambil tindakan keras untuk membendung penyebaran virus,” kata Wilmes.

Per Rabu pagi, kasus infeksi virus corona di Belgia ada sebanyak 1.243 kasus dengan total kematian 10 orang dan 14 sembuh.

Sementara secara global, COVID-19 telah menginfeksi 198.241 orang. Di mana ada 7.965 kematian dan 81.743 pasien sembuh, menurut Worldometers.

Lebih lanjut, Wilmes menjelaskan bahwa kegiatan/acara yang dihadiri banyak orang akan dilarang untuk digelar. Namun, kegiatan olahraga seperti berjalan atau bersepeda akan tetap diizinkan untuk dilakukan dengan syarat setiap orang terpisah jarak 1,5 meter.

Sementara itu, supermarket yang beroperasi harus membatasi jumlah orang di toko pada satu waktu. Semua perusahaan juga dihimbau agar para karyawannya dibiarkan bekerja dari rumah atau jika tidak memungkinkan, maka perusahaan harus memastikan para staf bekerja dengan jarak yang aman satu sama lainnya.

“Polisi akan memastikan lockdown diberlakukan. Perusahaan yang tidak patuh akan menghadapi denda yang berat”. tambahnya.

Sumber          : CNBC Indonesia

Editor             : sc

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.