Syahrul Yasin Limpo, Perkuat Pengawasan dan Mutu Pangan

Syahrul Yasin Limpo

Dawai News, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) utuk memperkuat pengawasan keamanan dan mutu pangan melalui Badan Karantina Pertanian.

Sedangkan aparatur negara yakni TNI dan Polri kini turut dilibatkan untuk ikut mendorong pemulihan ekonomi setelah pandemi covid-19, kata Kementan Syahru Yasin Limpo melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 17 Juni 2020.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan kehadiran TNI dan Polri akan berada di seluruh pintu untuk kedatangan dan serta keberangkatan produk pertanian dan pangan. Operasi terpadu bakal gencar dilakukan seperti di bandara maupun pelabuhan di seluruh Indonesia.

“Saya menyampaikan penghargaan dan ucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri atas sinergi yang telah terjalin kuat,” kata Syahrul

Syahrul mengungkapkan bahwa tindakan tegas bakal terus diterapkan dalam gerakan pengendalian ini. Pemusnahan atau penghapusan terhadap temuan-temuan yang berbahaya telah berjalan di 50 lebih pelabuhan.

Badan Karantina Pertanian mencatat bahwa sejak Januari hingga Juni 2020 telah melakukan penahanan, penolakan dan pemusnahan komoditas pertanian yang berbahaya dan ilegal asal luar negeri sebanyak 7.056 kali. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sama di 2019 yang hanya 3.841 kali.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto: MI/Permana

“Saya kira ini penting agar betul-betul pintu keluar masuk kita bisa berfungsi lebih maksimal di dalam menjaga berbagai komoditas yang masuk maupun keluar. Dengan demikian dalam kondisi aman sesuai norma norma penyelenggaraan komoditas yang ada,” paparnya.

Lebih lanjut, Syahrul menegaskan gerakan pengawasan keamanan dan mutu pangan merupakan salah satu akselerasi dalam mempertangguh sektor pertanian guna menjawab pelemahan ekonomi pasca covid-19. Kementan akan menyortir semua lingkup komoditas apa saja yang masuk ke Indonesia dan juga menyortir agar tidak semua komoditas Indonesia yang dikirim keluar untuk diperdagangkan dan layak dikonsumsi.

“Tugas ini memang kelihatannya sederhana tapi sebenarnya mengandung sebuah inti yang sangat sangat fundamental. Dapat dibayangkan kalau impor sebuah barang bibit yang dikirim masuk ke dalam negeri oleh siapa saja dan mengandung katakanlah mengandung virus yang berbahaya tidak dan saja virus korona, maka ini akan merusak kita semua. Oleh karena itu Karantina pertanian bersama TNI dan Polri kita bisa menjaga keluar masuknya penyakit,” tegasnya.

Syahrul menambahkan untuk menjamin keamanan dan meningkatkan ketahanan pangan, Kementan melakukan karantina pertanian yang baik melalui online sistem. Dalam kenormalan baru diharapkan akselerasi kinerja akan kembali dengan baik.

“Saya ingin menyampaikan bersama Gubernur Jawa Barat berbagai hal akibat dampak Covid 19, khususnya dalam mengakselerasi pertanian untuk menjawab kepentingan masyarakat lebih khususnya Jawa Barat, kita telah sepakat sama-sama mengakselerasinya. Kita sepakat untuk kompak melakukan upaya-upaya agar masyarakat tetap produktif walau hidup dalam kondisi baru atau kondisi normal sesudah covid-19 yang ada,” tuturnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menambahkan, inovasi berupa pemetaan zona rawan telah diterapkan untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Fasilitas ini juga untuk memitigasi risiko wilayah-wilayah yang selama ini menjadi entry points dari pangan dan komoditas pertanian ilegal masuk ke wilayah Indonesia.

Sumber          : medcom.id

Editor             : Redaksi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.