Pemakzulan Donal Trump

Ketua DPR AS, Pelosi

Dawai News, Jakarta – Presiden AS, Donal Trump di makzulkan oleh DPR Amerika Serikat karena “menghasut huru-hara” setelah segerombolan pendukungnya menyerbu Gedung Parlemen, US Capitol pekan lalu. Ini adalah sejarah karena baru kali ini seorang presiden dimakzulkan dua kali.

Resolusi DPR yang dihasilkan dari pemungutan suara 232-197 kemarin menyatakan tindakan Trump dan pidatonya sebelum penyerbuan ke Gedung Capitol di Washington, DC memicu kerusuhan.

“Hari ini, dengan dukungan dari dua kubu, DPR menunjukkan tidak ada seorang pun berada di atas hukum–tidak juga seorang Presiden Amerika Serikat,” kata Ketua DPR Nancy Pelosi seraya dia menandatangani surat pemakzulan Trump setelah pemungutan, seperti dilansir laman Aljazeera, diberitakan mardeka.com, Kamis, 14 Januari 2021.

Ketua DPR AS

Langkah ini, kata Pelosi, juga memberi gambaran bahwa “Donald Trump jelas menjadi ancaman nyata bagi negara”.

Sebanyak sepuluh anggota Partai Republik mendukung 222 anggota Partai Demokrat yang memilih memakzulkan Trump.

Kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu menewaskan lima orang dan mengguncang seantero negeri dan dunia sekaligus memicu para anggota legislatif dari Demokrat melancarkan proses pemakzulan terhadap Trump di hari-hari terakhir masa jabatannya.

Penyerbuan ke Gedung Capitol terjadi setelah Trump menyampaikan pidato yang memprovokasi massa pendukungnya untuk menolak hasil pemilu dan mencegah kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

Dalam surat klausul pemakzulan dinyatakan beberapa bulan sebelum 6 Januari Trump berulang kali menyebarkan soal kecurangan dalam pemilu dan mengatakan hasil pemilu harus ditolak.

Dia juga “dengan sadar menyerukan pernyataan yang dalam konteksnya mendorong orang untuk beraksi di Gedung Capitol dengan kalimat seperti: “kalau kalian tidak bertarung mati-matian, kalian tidak bakalan lagi punya negara,” tulis klausul pemakzulan itu.

Trump sejauh ini belum berkomentar atas pemakzulan DPR ini.

Trump

Tapi dalam video yang diunggah akun Twitter Gedung Putih kemarin malam, Trump mengecam serangan ke Gedung Capitol itu dan dia menyebut tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan.

“Saya ingin katakan, secara tegas saya mengecam kekerasan yang kita saksikan pekan lalu. Kekerasan dan vandalisme tidak punya tempat di negeri ini dan tidak boleh terjadi dalam gerakan kita,” ujar Trump.

“langkah berbahaya itu (pemakzulan) adalah cara paling kotor yang pernah terjadi dalam sejarah di negeri ini”, tambah Trump.

Sumber        : Mardeka.com

Editor          : dz

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.