oleh

Anak Gauang, Anugrah dibalik Musibah Covid 19

Dawai News, Arosuka – Idealnya tidakpun karena Corona melanda, pemakaian masker bagi profesi dan kalangan tertentu sudah menjadi keharusan. Misalnya oleh paramedis dirumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan lainnya, pengojek, tukang kayu dll.

Sehingga mereka terhindar dari percikan, semprotan, tetesan, dan masuknya partikel yang sangat kecil seperti debu termasuk virus dan bakteri. 
Selama pandemi corona Covid-19 masker menjadi satu di antara barang langka.

Hal ini karena dibutuhkan tak hanya untuk dipakai sendiri tapi banyak pihak yang memerlukan masker dalam jumlah besar. Tak heran jika ada  masyarakat berinisiatif membuat masker dengan bahan kain secara mandiri. Selain itu kelangkaan masker di pasaran akibat pandemi virus corona Covid-19, ternyata justru  membawa anugrah dan menjadi peluang bisnis baru bagi penjahit.

Beberapa hari terakhir ini, tak terkecuali dinagari Gauang kecamatan Kubung Kabupaten Solok yang kecipratan berkah itu.  Juga menambah lowongan  ibu-ibu rumah tangga yang biasanya berprofesi sampingan sebagai penjahit selama ini kurang pelanggan/konsumen. Karena permintaan pembuatan masker meningkat maka para penjahit yang mendapat orderan dalam partai besar akan mengajak mereka.

“Saya diajak oleh penjahit yang kebetulan juga keponakan Saya. Dia terima orderan masker dalam jumlah besar dari salah seorang istri pejabat untuk disumbangkan. Sumbangan masker ini ada yang dibawa keluar daerah”, tutur Ipa salah seorang penjahit yang ibu rumah tangga  ini.
“Bahan yang diperoleh sudah merupakan setengah jadi, maksudnya Saya hanya menjahit saja, sedangkan model potongan sudah didisain oleh pemesan”, tambah Ipa.

Beberapa hari terakhir ini dia sibuk dengan kerja dadakannya. Tak hanya Ipa, Sus juga ibu rumah tangga yang penjahit punya kesempatan menuai rezeki dari kerja dadakan ini.

Pemesan dalam partai besar langsung menentukan besaran costnya. Hal ini karena memang semuanya sudah diberikan penjahit hanya menjahit saja tidak mendesain lagi.

“Kami hanya upahan yang satu kali permintaan bisa seribu picis dengan cost Rp.800,-/picis, Bu”, cerita Sus.
“Alhamdulillah lumayanlah untuk tambahan uang saku menyambut bulan Ramadhan dan bekal untuk lebaran”, Sus mengakhiri. dlm

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.