oleh

Bupati Solok, Aktifkan peran Tigo Tungku Sejarangan dalam mempersempit penularan COVID 19,

Dawai News, Arosuka – Aktifkan peran Tigo Tungku Sejarangan untuk rangka mengajak anak kemenakan dalam mempersempit penularan COVID 19, hal tersebut di sampaikan oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE.MM pada pertemuan Evaluai PSBB di Kabupaten Solok, Guest House, Arosuka, Sabtu, 9 Mei 2020.

Pertemuan tersebut di hadiri oleh Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, Forkopimda dan Kepala SKPD.

Menurut Bupati, H. Gusmal, SE.MM, Tigo Tungku Sajarangan merupakan simbol kukuhnya kepemimpinan masyarakat .

Masyarakat itu diibaratkan bejana yang akan dijerangkan di atas tungku, dan tungku yang tiga itu diibaratkan Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai, tukuknya

Masyarakat pasti maudan bekerjasama dalam mempersempit penyebaran COVID 19, jika tungku yang tiga itu saling berkolaborasi, ibarat tiga tungku yang mampu menopang bejana hingga menghasilkan makanan, tambah Bupati.

Filosofi Tigo Tungku Sajarangan ini juga sangat selaras dengan falsafah hidup masyarakat kita yaitu “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Antara adat dan agama (syarak) tidak ada pertentangan, tambah Bupati.

Syarak memberikan hukum atau syariat, kemudian adat melaksanakannya. Seperti ungkapan “syarak mangato, adat mamakai” (syarat berkata, adat memakai), ujarnya.

Dari dua konsep itu (adat dan syarak), dibutuhkan dua unsur pimpinan, yaitu penghulu (niniak mamak) dan alim ulama. Kemudian sebagai unsur ketiga dibutuhkan cadiak pandai untuk membuat aturan formal berupa undang-undang, kata Bupati

Dengan demikian dalam kehidupan masyarakat kita, Tigo Tungku Sajarangan mengambarkan tiga pilar utama yaitu adat, agama, dan undang-undang, tambah Bupati

Karena itu  masyarakat akan mematuhi dan melaksanakan apa yang akan di putuskan dalam mempersempit penyebaran COVID 19 di Kabupaten Solok, tegas Bupati.

Sementara itu Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, mengatakan, keberadaan Posko PSBB tetap dilanjutkan dalam rangka memperketat keluar masuknya  orang ke Kabupaten Solok.

Penerapan sanksi hukum untuk saat ini bisa kita pakai Pergub jika belum ada Perbup sesuai dengan kondisi sekarang ini, dalam pelaksanaannya adalah tegas, keras dan selektif, ujar wabub.

“Himbauan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan dan kesehatan setiap warga”, katanya. sc

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.