oleh

Bisa Sepakbola menjadi Terapi Di Tengah Pandemi !

-Olahraga-17 views

Dawai News, Jakarta – Sepakbola mungkin bisa menjadi terapi menguatkan publik ditengah pandemi virus Corona, melanda global yang menimbulkan gejolak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Wabah COVID-19 menjadi kabar buruk di seluruh dunia pada awal tahun 2020. Penyakit yang pertama kali melanda di Wuhan, China, itu telah menjangkiti 4,6 juta orang secara global dan menewaskan 310 ribu jiwa.

Dampak yang dihasilkan dari pandemi virus Corona tidak hanya dari segi kesehatan, tetapi merambah juga ke sektor sosial, ekonomi, hingga olahraga. Beberapa ajang olahraga terpaksa ditunda penyelenggaraannya demi mencegah penyebaran penyakit lebih masif.

Setelah berbulan-bulan memasuki masa karantina, kini geliat olahraga mulai dilangsungkan kembali. Salah satunya yakni pertandingan-pertandingan sepakbola di beberapa negara telah memainkan lagi kompetisi.

Pada pekan ini, Liga Jerman dipertandingkan kembali meski tanpa kehadiran penonton. Serie A dan Premier League juga telah mengumumkan bakal bergulir lagi pada Juni mendatang.

Kembalinya lagi laga-laga di kompetisi top Eropa itu diakui Gianfranco Zola sebagai secercah harapan buat masyarakat di kala pandemi. Menurut mantan pemain Timnas Italia, sepakbola bisa menjadi terapi bagi publik di tengah ketidakpastian akibat COVID-19.

“Sepakbola dapat membantu menemukan diri kita lagi karena itu adalah olahraga yang memberikan kesenangan. Ketika ada ketidakpastian, hal tersebut mengarah pada ketakutan dan risiko kehancuran ekonomi, bukan hanya dalam olahraga saja. Kita semua harus berkontribusi untuk terus maju,” kata Zola kepada Corriere dello Sport.

“Saya percaya jika sepakbola bisa bertindak sebagai terapi karena itu meningkatkan mood anda, bukan hanya sekadar simbol kelahiran kembali atau balik ke normalitas. Kita semua merindukan sepakbola, tetapi juga memiliki hal-hal lain untuk dipikirkan,” kata Zola.

“Tidak adil rasanya jika kompetisi  tidak dituntaskan. Harapan saya di selesaikan”, ujar Zola.

Sumber          : Detik.com

Editor             : Redaksi

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.